
Infoparlemensukabumi.com||Kinerja pembangunan Kabupaten Sukabumi sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan di berbagai sektor strategis. Meski demikian, tantangan pada sektor infrastruktur, khususnya kondisi jalan, masih menjadi perhatian yang perlu segera ditangani.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyampaikan bahwa sejumlah indikator makro pembangunan berhasil mencapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, serta penguatan kesejahteraan masyarakat menjadi beberapa aspek yang menunjukkan progres signifikan.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari pengelolaan keuangan daerah yang semakin efektif dan terarah. Keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah dinilai mampu menjaga stabilitas pembangunan secara keseluruhan.
“Secara umum, indikator pembangunan menunjukkan hasil yang positif dan sebagian besar melampaui target. Namun, kami menyadari masih ada sektor yang perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama infrastruktur jalan,” ujarnya dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Selasa (31/3/2026).
Pemerintah daerah menetapkan sejumlah prioritas pembangunan, di antaranya sektor pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Selain itu, ketahanan pangan, investasi, dan tata kelola pemerintahan juga menjadi bagian dari indikator kinerja utama yang terus dievaluasi.
Namun demikian, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah. Kendala konektivitas antarwilayah akibat kondisi infrastruktur yang belum optimal masih menjadi faktor penghambat pemerataan pembangunan.
“Masih ada ketimpangan, terutama terkait akses antarwilayah yang dipengaruhi kondisi infrastruktur,” kata Asep Japar.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian indikator makro, tetapi juga dari sejauh mana hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menilai, pertumbuhan ekonomi yang terjadi harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai agar distribusi manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
“Infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam mendukung distribusi hasil pembangunan. Jika tidak segera diperbaiki, maka ketimpangan antarwilayah akan semakin terlihat,” tegasnya.
Budi juga menyoroti pentingnya keselarasan antara perencanaan pembangunan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar program-program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri telah menyiapkan langkah-langkah perbaikan terhadap sektor yang belum optimal. Fokus perbaikan diarahkan pada peningkatan kualitas infrastruktur, pengelolaan anggaran yang lebih efisien, serta penguatan program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Asep Japar menegaskan bahwa capaian pembangunan tahun 2025 akan menjadi dasar untuk mempercepat pembangunan di tahun berikutnya, dengan fokus pada pemerataan hasil pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik.
“Capaian tahun ini menjadi fondasi untuk melangkah ke depan. Fokus kami selanjutnya adalah pemerataan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.